Investasi saham kini menjadi pilihan populer bagi banyak orang yang ingin menumbuhkan aset jangka panjang. Meski terlihat rumit di awal, sebenarnya investasi saham dapat dipelajari dengan mudah jika kamu memahami langkah-langkah dasarnya. Artikel ini akan membahas cara memulai investasi saham untuk pemula secara praktis, aman, dan cepat dipahami.
Apa Itu Investasi Saham?
Saham adalah bukti kepemilikan suatu perusahaan. Ketika membeli saham, kamu menjadi bagian dari pemilik perusahaan tersebut dan berpotensi mendapatkan keuntungan melalui kenaikan harga saham maupun dividen.
Keuntungan Berinvestasi Saham
- Potensi imbal hasil tinggi
- Bisa dimulai dengan modal kecil
- Likuiditas tinggi, mudah dijual kapan saja
- Cocok untuk jangka panjang
Risiko yang Perlu Dipahami
Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga. Nilainya bisa naik dan turun tergantung kondisi pasar, ekonomi, dan kinerja perusahaan. Pemula wajib memahami bahwa return tinggi selalu sejalan dengan risiko tinggi.
1. Tentukan Tujuan Investasi Terlebih Dahulu
Sebelum membeli saham, tentukan dulu tujuanmu:
- Dana pendidikan
- Tabungan pensiun
- Persiapan membeli rumah
- Menambah aset jangka panjang
Tujuan akan menentukan strategi, jangka waktu, dan jenis saham yang kamu pilih.
2. Pilih Sekuritas yang Terpercaya
Untuk membeli saham, kamu harus membuka rekening di perusahaan sekuritas. Pilih sekuritas yang:
- Diawasi OJK
- Aplikasinya mudah digunakan
- Fee transaksi (biaya beli/jual) rendah
- Customer support jelas
Beberapa sekuritas populer: Ajaib, Bibit, Mirae, BCA Sekuritas, IPOT, dan Mandiri Sekuritas.
3. Siapkan Dokumen untuk Membuka Rekening Saham
Dokumen yang biasanya diperlukan:
- KTP
- NPWP (jika ada)
- Rekening bank
- Tanda tangan digital
Proses pembukaan akun kini 100% online.
4. Pelajari Jenis-Jenis Saham
Pemula sebaiknya mengenal dua jenis utama:
- Blue Chip
Perusahaan besar, stabil, dan cocok untuk jangka panjang. - Second Liner / Growth Stock
Potensi pertumbuhan tinggi tetapi lebih fluktuatif.
Mulailah dari blue chip untuk mengurangi risiko.
5. Mulai Dari Nominal Kecil
Tidak perlu modal besar. Banyak sekuritas yang memperbolehkan pembelian mulai dari Rp10.000 – Rp100.000 untuk reksa dana saham, atau membeli saham pecahan (fractional shares) di beberapa platform.
Yang penting adalah konsisten menambah investasi.
6. Diversifikasi Portofolio
Jangan hanya membeli satu saham. Sebaiknya punya 3–5 saham dari sektor berbeda, misalnya:
- Perbankan
- Konsumer
- Energi
- Teknologi
Diversifikasi membantu mengurangi risiko kerugian besar.
7. Gunakan Analisis Dasar Sebelum Membeli
Pahami hal berikut sebelum membeli saham:
- Laporan keuangan perusahaan
- Pertumbuhan keuntungan
- Utang perusahaan
- Prospek sektor industri
Tidak perlu langsung ahli—mulailah dari pemahaman sederhana, lalu tingkatkan kemampuan seiring waktu.
8. Tentukan Strategi yang Cocok untuk Pemula
Ada beberapa strategi simpel:
- Investasi jangka panjang (Buy & Hold) — terbaik untuk pemula.
- Dollar Cost Averaging (DCA) — beli rutin tiap bulan, mengurangi risiko timing.
- Focus on Dividend — pilih saham yang rajin bagi dividen.
9. Gunakan Aplikasi Pemantau Saham
Pantau pergerakan saham lewat aplikasi seperti:
- RTI Business
- Stockbit
- IDX Mobile
Aplikasi ini membantu kamu melihat harga, grafik, berita, dan analisis dasar.
10. Belajar Secara Bertahap & Konsisten
Investasi saham bukan cara cepat kaya. Belajar pelan-pelan dari:
- Buku investasi
- Komunitas saham
- Channel edukasi YouTube
- Artikel resmi dari BEI
Konsistensi adalah kunci sukses jangka panjang.












