Mengelola keuangan pribadi bukan perkara mudah, terutama ketika masih memiliki cicilan yang harus dibayar setiap bulan. Baik cicilan rumah, kendaraan, maupun pinjaman lainnya, semuanya membutuhkan perencanaan yang matang agar kondisi finansial tetap sehat. Tanpa pengelolaan yang tepat, cicilan dapat menjadi beban berat dan mengganggu stabilitas keuangan jangka panjang. Oleh karena itu, penting memahami cara mengelola keuangan saat cicilan masih berjalan agar kebutuhan hidup tetap terpenuhi dan tujuan finansial tetap tercapai.
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menyusun anggaran bulanan secara detail. Catat seluruh pemasukan yang diterima, lalu kelompokkan pengeluaran menjadi kebutuhan pokok, cicilan, tabungan, dan pengeluaran tambahan. Idealnya, total cicilan tidak melebihi 30–35% dari penghasilan bulanan. Dengan anggaran yang jelas, Anda dapat melihat batas kemampuan finansial dan menghindari pengeluaran yang tidak perlu.
Selanjutnya, utamakan pembayaran cicilan tepat waktu. Membayar cicilan sesuai jadwal membantu menghindari denda dan menjaga skor kredit tetap baik. Skor kredit yang sehat sangat penting jika di masa depan Anda membutuhkan pembiayaan tambahan. Untuk memudahkan, manfaatkan fitur autodebet atau pengingat pembayaran agar tidak terlewat.
Selain itu, tetap sisihkan dana darurat meskipun cicilan masih berjalan. Banyak orang mengabaikan dana darurat karena merasa penghasilan sudah habis untuk kebutuhan dan cicilan. Padahal, dana darurat sangat penting untuk menghadapi situasi tak terduga seperti sakit, kehilangan pekerjaan, atau kebutuhan mendesak lainnya. Mulailah dari nominal kecil, misalnya 5–10% dari penghasilan, lalu tingkatkan secara bertahap.
Cara mengelola keuangan saat cicilan masih berjalan juga bisa dilakukan dengan mengendalikan gaya hidup. Hindari kebiasaan konsumtif seperti sering makan di luar, belanja impulsif, atau mengikuti tren yang tidak sesuai kemampuan. Prioritaskan kebutuhan dibandingkan keinginan. Dengan gaya hidup sederhana, Anda dapat mengalokasikan dana lebih untuk cicilan, tabungan, atau investasi.
Jika memungkinkan, carilah penghasilan tambahan. Pekerjaan sampingan, usaha kecil, atau freelance dapat membantu menambah pemasukan bulanan. Penghasilan tambahan ini bisa digunakan untuk mempercepat pelunasan cicilan atau menambah tabungan. Semakin cepat cicilan lunas, semakin longgar kondisi keuangan Anda.
Terakhir, lakukan evaluasi keuangan secara rutin. Setiap bulan, tinjau kembali anggaran dan pengeluaran Anda. Apakah masih sesuai rencana? Apakah ada pos yang bisa dikurangi? Evaluasi rutin membantu Anda tetap disiplin dan menyesuaikan strategi keuangan jika terjadi perubahan penghasilan atau kebutuhan.
Kesimpulannya, mengelola keuangan saat cicilan masih berjalan membutuhkan kedisiplinan, perencanaan, dan komitmen. Dengan anggaran yang jelas, gaya hidup terkontrol, dana darurat yang aman, serta evaluasi rutin, cicilan tidak lagi menjadi beban yang menakutkan. Justru, kondisi ini bisa menjadi langkah awal menuju keuangan yang lebih stabil dan terencana di masa depan.












