Mengenal Jenis-Jenis Saham yang Wajib Dipahami Sebelum Berinvestasi

Berinvestasi di pasar saham bukan hanya soal membeli dan menjual. Sebelum mulai, seorang investor perlu memahami jenis-jenis saham yang beredar di pasar modal. Pengetahuan ini penting agar kamu bisa memilih saham yang sesuai dengan tujuan, profil risiko, serta strategi investasimu.

1. Saham Berdasarkan Hak Kepemilikan

a. Saham Biasa (Common Stock)

Saham biasa adalah jenis saham yang paling umum. Pemegang saham biasa:

  • Memiliki hak suara dalam RUPS
  • Berpotensi mendapatkan dividen
  • Mendapat hak klaim terakhir jika perusahaan dilikuidasi

Cocok untuk investor jangka panjang yang fokus pada pertumbuhan nilai.

b. Saham Preferen (Preferred Stock)

Saham preferen memberikan prioritas lebih tinggi dibanding saham biasa dalam hal:

  • Pembagian dividen (jumlahnya biasanya tetap)
  • Klaim aset jika perusahaan bangkrut

Namun, pemegang saham preferen umumnya tidak memiliki hak suara. Saham ini cocok bagi investor yang mencari pendapatan lebih stabil.


2. Saham Berdasarkan Kapitalisasi Pasar

a. Small Cap

Perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar kecil. Biasanya:

  • Potensi pertumbuhan tinggi
  • Risiko tinggi karena bisnis belum stabil

b. Mid Cap

Perusahaan menengah yang sudah lebih solid namun masih memiliki ruang tumbuh besar.

c. Large Cap

Perusahaan besar dan mapan (blue chip). Karakteristiknya:

  • Risiko relatif lebih rendah
  • Stabil dan sering membagikan dividen

3. Saham Berdasarkan Pertumbuhan Perusahaan

a. Growth Stock (Saham Bertumbuh)

Saham yang berasal dari perusahaan yang berkembang cepat. Keunggulannya:

  • Potensi kenaikan harga cepat
  • Biasanya tidak fokus pada dividen

Risikonya lebih tinggi, tetapi hasil bisa sangat besar jika perusahaan sukses.

b. Value Stock (Saham Bernilai)

Saham yang dinilai “murah” dibanding nilai intrinsiknya. Investor value biasanya membeli ketika pasar undervalue. Cocok untuk strategi jangka panjang.


4. Saham Berdasarkan Kemampuannya Memberikan Dividen

a. Dividend Stock

Perusahaan yang rutin membagikan dividen, biasanya berasal dari sektor stabil seperti:

  • Perbankan
  • Infrastruktur
  • Konsumer

Cocok untuk investor yang ingin pemasukan pasif.

b. Non-Dividend Stock

Tidak rutin membagikan dividen; laba sering digunakan untuk ekspansi. Biasanya termasuk kategori saham bertumbuh.


5. Saham Berdasarkan Likuiditas

a. Saham LQ45 atau Blue Chip

Saham yang sangat likuid dengan fundamental kuat. Ideal untuk investor pemula.

b. Saham Second Liner

Fundamental cukup baik namun volatilitas lebih tinggi.

c. Saham Third Liner

Likuiditas rendah, berisiko tinggi, tetapi bisa memberikan keuntungan besar jika momentum tepat.


6. Saham Berdasarkan Sektornya

Di Indonesia, saham dibagi berdasarkan sektor seperti:

  • Keuangan
  • Teknologi
  • Energi
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
    Memahami sektor membantu investor memetakan peluang dan risiko.

Kesimpulan

Mengetahui jenis-jenis saham sangat penting sebelum terjun ke pasar modal. Setiap kategori memiliki karakteristik, peluang, dan risiko yang berbeda. Dengan memahami perbedaan ini, kamu dapat menyusun strategi investasi yang lebih efektif dan sesuai tujuan finansialmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *